Surabaya (beritajatim.com) - PT Pelindo III dan anak perusahaannya PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI), kini mulai bernafas lega, usai keluarnya surat S-150/MBU/2011 tanggal 29 Maret 2011 Kemetrian BUMN. Sebab surat ini menjadi lampu hijau bagi PT Pelindo III untuk tetap menjadi pemain utama di Terminal Berlian Timur dan Tanjung Perak Secara Keseluruhan.
“Kami telah menerima surat resmi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berisi jawaban atas permohonan Gubernur Jawa Timur atas surat yang telah dilayangkan kepada 3 (tiga) menteri yaitu Perhubungan, Keuangan dan BUMN tetang permohonan sebagian asset eks PT Pelindo III (Persero) sebagai asset pengelolaan pemerintah Provinsi Jatim dan isinya sudah jelas,” ungkap Edi Priyanto, Kabag Humas PT Pelindo III Tanjung Perak, Jumat (8/4/2011).
Menurutnya, ada 6 point penting yang ditegaskan didalam surat jawaban itu diantaranya adalah, kegiatan pengusahaan di pelabuhan yang telah diselenggarakan oleh BUMN tetap diselenggarakan oleh BUMN yang sama yakni PT Pelindo III (Persero).
PT Pelindo III (Persero) tidak bisa melepaskan asset yang diminta karena aset itu masih digunakan. Mengingat status asset PT Pelindo III (Persero) maka asset yang diminta oleh Gubenur Jawa Timur, yaitu kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Gresik, Pelabuhan Tanjung Tembaga, dan Pelabuhan Tanjung Wangi tak bisa dikabulkan karena pelabuhan saat ini digunakan PT Pelindo III untuk operasional.
“Dalam surat itu juga dijelaskan bahwa Mentri BUMN memahami keinginan Gurbenur Jawa Timur untuk mengembangkan pusat-pusat baru kegiatan ekonomi stratejik untuk lebih memacu pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Dan jika memang tujuannya begitu Kemetrian BUMN meminta Pemprov Jatim bekerjasama dengan kami,” beber Edi.
Ditambahkan, dengan adanya surat ini, jelas sudah, bahwa PT Pelindo III tak harus khawatir dengan polemik bisnis yang ada di pelabuhan yang beberapa waktu lalu mencuat karena keinginan PT Pelabuhan Jatim Satu (Pjs) untuk ikut mengelola sejumlah terminal di Tanjung Perak seperti Terminal Mirah dan terakhir usulan ujicoba terminal Berlian Timur.
“Adanya surat ini setidaknya bisa dipahami banyak pihak nantinya, sehingga permasalahan ini bisa segera dituntaskan dan kami pun bisa mengabdi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak pada negara dengan tenang,” tandasnya.[rea/kun]